Home > articles > Apa itu PLAGIARISM?

Apa itu PLAGIARISM?

Saya mencoba untuk memahami satu kata baru yang saya terima dari seorang mahaguru, yah bolehlah dibilang mahaguru karena pemahamannya yang luar biasa dan pandangannya yang luas. Kata itu adalah Plagiarism. Sekilas saya langsung terpikir bahwa kata tersebut mengacu kepada kata peniruan atau pencontekan. Dan ternyata memang seperti itulah makna yang terkandung dalam kata tersebut.
Permasalahannya tidak hanya sampai sebatas itu, seperti apakah yang namanya plagiat? Itulah permasalahan yang sebenarnya menurut saya, karena pemahaman setiap orang terhadap kata tersebut berbeda, tergantung pada apa yang mereka telah baca atau pendapat orang yang telah mereka konstruksi dalam otaknya. Saya sendiri masih bingung, sebatas manakah orang dikatakan plagiat? Padahal, setiap orang pun pasti pernah mencontek atau meniru. Apalagi seorang ilmuwan, saya yakin mereka pasti pernah mencontek. Kalo tidak mencontek, pasti mereka akan susah untuk membuat sebuah usulan penelitian. Tetapi setelah saya pahami, ternyata ilmuwan yang jujur, jikalo mencontek, mereka pasti mencantumkan sumber penulisannya. Jadi, boleh dikatakan para ilmuwan mencontek tapi mengakui keberadaan sang penulis sebelumnya, tidak sepenuhnya mengakui tulisan tersebut sebagai tulisannya sendiri.
Nah, sampai di sini akhirnya saya sedikit mengerti bahwa seseorang dikatakan plagiat ketika meniru tulisan orang, tapi tidak mencantumkan nama sumbernya. Ini adalah kasus untuk penelitian, masih bisa dinetralisir oleh penulisan sumber referensinya.
Permasalahan selanjutnya yang muncul dalam kepala saya adalah, bagaimana jika plagiat terjadi dalam novel atau tulisan lain selain tulisan ilmiah? Bayangkan jika dalam novel atau cerita berisi sumber acuan, akan terbaca sangat aneh, apalagi ceritanya fiktif. Saya yakin, seseorang akan dipengaruhi oleh cerita dan pengalaman yang pernah dibaca dan dialami. Kita tidak hidup sendiri di bumi, bisa saja seseorang mempunyai pemikiran yang sama dan memandang sesuatu hal dari sudut yang sama, kemudian menceritakan sesuatu yang sama dari sisi yang sama. Kalo berbicara probabilitas, hal itu mungkin saja terjadi, tetapi sangat kecil. Ahh, hal ini sangat membingungkan saya.
Pemahaman saya sampai saat ini tentang plagiat adalah meniru sesuatu sampai dengan titik dan komanya sama. Jika sudah terjadi perbedaan frase, berarti orang tersebut tidak plagiat, karena telah terjadi konstruksi berpikir dalam kepalanya. Oke, semoga pendapat saya ini tidak salah. Jika teman-teman mempunyai pemahaman yang berbeda, mohon masukannya.

Categories: articles
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: