Home > articles > Silent Day for All

Silent Day for All

imagesHari Raya Nyepi adalah hari pergantian tahun Saka yang jatuh sehari sesudah tilem kesanga pada tanggal 1 sasih Kedasa. Hakekat dari Nyepi adalah untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin (jagadhita dan moksa). Pada hari Nyepi, umat Hindu wajib melakukan Catur Brata Nyepi :

1.       Amati Geni, tidak menyalakan api serta tidak mengobarkan hawa nafsu.

2.       Amati Karya, yaitu tidak melakukan kegiatan kerja jasmani melainkan meningkatkan kegiatan menyucikan rohani.

3.       Amati lelungan,  yaitu tidak bepergian melainkan melakukan mawas diri.

4.       Amati Lelanguan, yaitu tidak mengobarkan kesenangan melainkan melakukan pemusatan pikiran terhadap Ida Sang Hyang Widhi.

Brata ini mulai dilakukan pada saat fajar menyingsing sampai fajar menyingsing kembali keesokan harinya (24 jam). Rangkaian terakhir adalah Ngembak Geni yang jatuh sehari setelah Hari Raya Nyepi sebagai hari berakhirnya brata Nyepi. Hari ini dapat dipergunakan melaksanakan Dharma Shanti baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat dalam suasana batin yang telah bersih dan dipenuhi kebijaksanaan.

Namun ternyata makna Nyepi tidak terhenti sampai di situ saja. Nyepi juga dapat menjadi solusi bagi persoalan dunia saat ini, yakni global warming atau pemanasan global. Hal ini telah dibahas pada UNFCCC (United Nation Framework Convention on Climate Change) yang berlangsung di Nusa Dua Bali pada tanggal 3 hingga 14 Desember 2007 yang lalu.

Pada konvensi tersebut dibahas usulan menggunakan konsep Nyepi pada masyarakat dunia. Konsep ini rencananya dinamakan The Silent Day. The Silent Day tidak bertujuan untuk meng-Hindu-kan dunia, namun untuk mengambil esensi NYEPI. The Silent Day yang diwacanakan akan diperingati setiap tanggal 21 Maret direncanakan dapat menjadi hari bebas polusi seluruh dunia.

Mengapa dikatakan hari bebas polusi? Hal ini akan kita kaji dari sudut pandang ilmu pengetahuan terhadap brata penyepian di atas. Apabila kita semua dapat melaksanakan brata penyepian, maka kita dapat mengurangi emisi gas CO2 yang merupakan salah satu gas rumah kaca. Namun, kita tidak dapat mengurangi seluruh aktivitas kita, yang dapat kita lakukan adalah mengurangi aktivitas kita. Secara logika, jika kita mengurangi aktivitas kita maka kita dapat mengurangi emisi gas karbondioksida. Hal ini tentu saja akan berdampak positif, baik pada dunia (bhuwana agung) dan pada diri kita sendiri (bhuwana alit). Ini adalah salah satu esensi dari Nyepi untuk kita semua.

Namun, sebelum kita melaksanakan Nyepi day secara internasional, maka banyak hal yang harus kita perhatikan. Salah satunya adalah Desa Kala Patra (adat-istiadat, waktu dan ruang) di daerah masing-masing negara di dunia. Penulis yakin, bahwa keinginan untuk menyelamatkan planet bumi ini, dimiliki oleh masing-masing orang di setiap negara, tetapi hanya caranya saja yang berbeda. Kita harus menyadari hal itu. Marilah kita laksanakan sesuatu hal yang baik dan benar, tanpa memandang hal itu dari mana dan siapa yang memberikannya. (soera}.

Good thinking good future.

Categories: articles
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: