Home > articles > Indonesia dan Perubahan Iklim

Indonesia dan Perubahan Iklim

tanah-keringPerubahan iklim (climate change) kini sering dibicarakan orang. Tanpa aksi memerangi perubahan iklim, konsentrasi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer akan terus meningkat. Kondisi tersebut tidak terlepas dari keberadaan GRK di atmosfer bumi yang berasal dari berbagai aktivitas manusia, terutama kegiatan yang membutuhkan dan membakar bahan bakar fosil (seperti minyak dan gas bumi) dan kegiatan yang menurunkan fungsi serap hutan (seperti penebangan dan pembakaran pepohonan).

Indonesia sendiri sekarang sudah memiliki aksi nasional untuk mengantisipasi pemanasan global dan perubahan iklim, baik adaptasi maupun mitigasi. Dari segi teoritis terdapat rencana penghematan energi maupun energit alternatif. Tapi, memang terlalu lambat kita sadar mengenai hal ini dan juga tindakannya. Kita merasakan bagaimana panasnya suhu udara di perkotaan pada musim kemarau, bagaimana dampak dari kenaikan muka air laut bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir, bagaimana dampak di sektor kehutanan, pertanian, peternakan dan sektor kesehatan. Bahkan pola hujan yang sangat tidak menentu ini akan membuat sistem persediaan air (water supply) menjadi sangat terganggu. Masyarakatlah yang nantinya sebagian besar akan merasakan dampak negatif dari perubahan iklim ini. Berbicara soal pemanasan global, Indonesia bisa dikatakan berada di posisi yang unik secara alamiah. Secara alamiah geografis dan meteorologis, posisi Indonesia rawan terhadap dampak perubahan iklim akibat pemanasan global. Posisi ini semakin “ekstrem” karena Indonesia berada di ekuator yang dinamika iklimnya paling kacau. Secara geografis, wilayah Indonesia yang berbentuk kepulauan diapit dua samudra besar dunia, yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Dua samudra itu bisa dikatakan “mesin iklim” dunia.. Air laut pasang, musim mudah berubah dan tidak jelas, malaria dan demam berdarah kian mengganas, dan masih banyak lagi peristiwa memprihatinkan akibat pemanasan global. November lalu, sengatan mentari memanas, menyengat tak terkira. Udara kering selama beberapa hari mempercepat rasa haus di kerongkongan. Padahal, beberapa minggu sebelumnya, di akhir bulan Oktober, hujan mengguyur bumi tiada henti selama kurang lebih dua minggu.

Tak disangka iklim berganti wajah begitu cepat. Perubahan iklim di Indonesia meningkatkan frekuensi penyakit tropis, seperti malaria dan demam berdarah. Naiknya suhu udara menyebabkan masa inkubasi nyamuk semakin pendek Siapa lagi yang paling rentan dengan cepatnya iklim berubah kalau bukan anak-anak dan balita. kasus kebakaran hutan yang rutin melanda Tanah Air dan mengirimkan asap ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura juga melahirkan problem besar. Kualitas udara memburuk dan menurunkan derajat kesehatan penduduk di sekitar lokasi kebakaran. Intensitas hujan yang tinggi dengan periode singkat akan menyebabkan bencana banjir. Banjir akan mengontaminasi persediaan air bersih Bila kita mendiamkan terus dampak-dampak perubahan iklim seperti ini, ketahanan pangan di Indonesia bisa terancam manajemen tanam harus disesuaikan praktik penyesuaian kalender tanam, manajemen pengelolaan air, serta penelitian mengenai varietas yang cocok dengan kondisi kedepan. Perubahan iklim sudah dapat kita rasakan saat ini, misalnya suhu semakin meningkat. Selain itu, terjadi pergeseran musim hujan dan musim kemarau. Musim kemarau menjadi lebih panjang. Musim hujanpun menjadi pendek. Namun, intensitas hujan sangat tinggi. Hal ini dapat menimbulkan banjir atau longsor yang bisa mendatangkan korban. Pergantian musim yang tak tentu membuat para petani mengalami kegagalan panen. Petani menjadi kesulitan menentukan kapan waktu tanam. Ketika mereka menanam, tiba-tiba hujan tidak datang. Hal ini tentu menimbulkan kerugian besar bagi petani. Demikian juga bagi nelayan. Mereka kesulitan melaut karena perubahan iklim dalam menimbulkan badai. Kita tahu, petani dan nelayan adalah kelompok yang paling miskin. Mereka adalah komunitas yang paling rentan dengan dampak pemanasan global dan perubahan iklim Negara berkembang melakukan mitigasi dalam rangka melakukan pembangunan berkelanjutan melalui bantuan tekonologi, peningkatan kapasitas, pendanaan, melalui cara-cara terukur, nyata dan dapat dilaporkan. mitigasi atau penanggulangan dapat dilakukan,  di antaranya dengan energi terbarukan, energi bersih, aforestasi dan reforestasi yakni penghijauan dan penghutanan kembali. Mitigasi dalam hal transportasi yakni penggunaan energi dengan efisien, bersih, terbarukan.

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang di dunia merupakan salah satu negara yang terkena akibat dari perubahan iklim yang terjadi, secara tidak langsung perubahan iklim ini menimbulkan kesusahan-kesusahan bagi negara kita yang tergolong sebagai negara dengan tingkat perekonomian yang tidak terlalu tinggi ahkan dapat dikatakan relatif rendah, bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan sebagainya semakin menyusahkan bangsa ini. Tidak menutup kemungkinan kalau bencana -bencana alam yang terjadi belakangan ini di Indonesia merupakan dampak dari adanya perubahan iklim. Dengan banyaknya bencana alam yang terjadi tentu dana yang dibutuhkan juga semakin banyak. Baik itu dana untuk pembangunan kembali maupun bantuan bagi korban bencaan alam itu sendiri. Akibatnya sangatlah mungkin kemiskinan di Indonesia menjadi semakin tinggi. Di sektor pertanian, adanya bencana alam dapat merusak lahan pertanian juga menyebabkan gagal panen sehingga petani akan merugi dan menyebabkan kemiskinan.

Kerjasama antara negara-negara di dunia sangat diperlukan, negara-negara maju yang memiliki dana yang cukup diharapkan dapat membantu negara-negara berkembang dalam proses adaptasi maupun mitigasi untuk mengantisipasi perubahan iklim ini, bukan malah mengambil keuntungan ataupun hanya mementingkan kepentingan negara sendiri. (soera)

Categories: articles
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: