Archive

Archive for January, 2009

Pengertian AMDAL

January 31, 2009 22 comments

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, yang sering disingkat AMDAL, merupakan reaksi terhadap kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia yang semakin meningkat. Reaksi ini mencapai keadaan ekstrem sampai menimbulkan sikap yang menentang pembangunan dan penggunaan teknologi tinggi. Dengan ini timbullah citra bahwa gerakan lingkungan adalah anti pembangunan dan anti teknologi tinggi serta menempatkan aktivis lingkungan sebagai lawan pelaksana dan perencana pembangunan. Karena itu banyak pula yang mencurigai AMDAL sebagai suatu alat untuk menentang dan menghambat pembangunan.

Dengan diundangkannya undang-undang tentang lingkungan hidup di Amerika Serikat, yaitu National Environmental Policy Act (NEPA) pada tahun 1969. NEPA mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 1970. Dalam NEPA pasal 102 (2) (C) menyatakan,
“Semua usulan legilasi dan aktivitas pemerintah federal yang besar yang akan diperkirakan akan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan diharuskan disertai laporan Environmental Impact Assessment (Analsis Dampak Lingkungan) tentang usulan tersebut”.

AMDAL mulai berlaku di Indonesia tahun 1986 dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1086. Karena pelaksanaan PP No. 29 Tahun 1986 mengalami beberapa hambatan yang bersifat birokratis maupun metodologis, maka sejak tanggal 23 Oktober 1993 pemerintah mencabut PP No. 29 Tahun 1986 dan menggantikannya dengan PP No. 51 Tahun 1993 tentang AMDAL dalam rangka efektivitas dan efisiensi pelaksanaan AMDAL. Dengan diterbitkannya Undang-undang No. 23 Tahun 1997, maka PP No. 51 Tahun 1993 perlu disesuaikan. Oleh karena itu, pada tanggal 7 Mei 1999, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999. Melalui PP No. 27 Tahun 1999 ini diharapkan pengelolaan lingkungan hidup dapat lebih optimal.

Pembangunan yang tidak mengorbankan lingkungan dan/atau merusak lingkungan hidup adalah pembangunan yang memperhatikan dampak yang dapat diakibatkan oleh beroperasinya pembangunan tersebut. Untuk menjamin bahwa suatu pembangunan dapat beroperasi atau layak dari segi lingkungan, perlu dilakukan analisis atau studi kelayakan pembangunan tentang dampak dan akibat yang akan muncul bila suatu rencana kegiatan/usaha akan dilakukan.

AMDAL adalah singkatan dari analisis mengenai dampak lingkungan. Dalam peraturan pemerintah no. 27 tahun 1999 tentang analisis mengenai dampak lingkungan disebutkan bahwa AMDAL merupakan kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. Kriteria mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan terhadap lingkungan hidup antara lain:

a.       jumlah manusia yang terkena dampak

b.      luas wilayah persebaran dampak

c.       intensitas dan lamanya dampak berlangsung

d.      banyaknya komponen lingkungan lainnya yang terkena dampak

e.       sifat kumulatif dampak

f.       berbalik (reversible) atau tidak berbaliknya (irreversible) dampak

Categories: articles

KPKM 2009, mari tunjukkan pemikiran kita!

January 29, 2009 Leave a comment

Ajang kompetisi pemikiran kritis mahasiswa (KPKM) tahun 2009 sudah di depan mata. Mari kita bersama-sama tunjukkan bahwa kita juga mempunyai pemikiran yang kritis untuk memajukan bangsa Indonesia.

Buat temen-temen yang ingin menyampaikan pemikirannya, mari kita tuangkan lewat karya tulis. Melalui ajang KPKM 2009, kita sampaikan bahwa kita juga berjuang untuk memajukan bangsa ini. Temen-temen yang belum punya panduan untuk membuat KPKM bisa didownload disini.

Selamat berjuang.

soera

Categories: news

Potensi Tanaman Nimba (Azadirachta indica A.Juss) sebagai Pencegah dan Obat Alternatif Kanker Payudara

January 21, 2009 11 comments
nimba

Daun, bunga dan buah nimba

Tanaman nimba (Azadirachta indica A. Juss) sudah digunakan sebagai obat tradisional sejak dahulu untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, khususnya di India. Daun nimba berkhasiat sebagai antibakteri, antivirus, berkhasiat menanggulangi penyakit kulit, menjaga kesehatan mulut dan gigi, sebagai obat malaria yang dapat disetarakan dengan kina, mengurangi rasa sakit (pain relief), obat demam, dapat mengontrol kelahiran (birth control), obat cacing untuk ternak, bahkan mampu menghambat pertumbuhan HIV (virus penyebab penyakit AIDS).

Menurut Biswas, dkk (2002) khasiat nimba ini disebabkan oleh nimba menghasilkan beberapa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas biologis sebagai antiinflamasi, antipiretik, antiarthritic, spermicidal, antifungi, antibakterial, antimalarial, antitumor, antioksidan, antiviral, hepatoprotektif, antikarsinogenik, imunostimulan, antiulcer, serta antifertility. Dengan kemampuan tersebut, maka tanaman nimba berpotensi untuk digunakan sebagai obat alternatif penyakit kanker khususnya kanker payudara.

Kanker payudara (Carcinoma mamae) masih merupakan masalah kesehatan pada wanita baik di negara maju maupun di negara berkembang. Di Indonesia kanker payudara merupakan penyakit terganas kedua yang sering menyebabkan kematian. Selain itu, penelitian di Indonesia menyatakan bahwa penderita kanker payudara mengobati penyakitnya setelah penyakit masuk dalam stadium lanjut. Hal ini didukung oleh fakta bahwa kanker payudara menduduki peringkat pertama diantara kanker lainnya.

Upaya penanganan kanker payudara yang telah dilakukan adalah cara deteksi dini dan pengobatan. Ada tiga cara utama untuk melakukan deteksi dini, yaitu: (i) Periksa Payudara Sendiri atau breast self-examination, (ii) pemeriksaan oleh tenaga kesehatan (clinical breast examination), dan (iii) mamografi yaitu pemeriksaan penunjang dengan X-ray. Upaya pencegahan yang lain adalah dengan mengkonsumsi makanan yang tepat, seperti rumput laut. Sedangkan pengobatan kanker payudara dapat dilakukan dengan cara operasi, kemoterapi, radioterapi, terapi hormon, terapi antibodi (imunologi) dan kombinasinya. Efek samping yang berat sering timbul pada pasien pasca kemoterapi, sering kali tidak dapat ditoleransi pasien, bahkan menimbulkan kematian. Efek samping frekuensi terbesar adalah gangguan mual dan muntah.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Provinsi Bali jumlah kasus penderita kanker payudara adalah 230 kasus (neuplasma ganas payudara). Data ini berasal dari rumah sakit daerah 9 kabupaten/kotamadya maupun RSUP Sanglah selama tahun 2007.

Upaya pencegahan dan pengobatan perlu ditingkatkan untuk menurunkan tingkat kematian akibat kanker payudara. Dari metabolit sekunder yang dihasilkan, diduga tanaman nimba mempunyai potensi sebagai pencegah maupun obat kanker khususnya kanker payudara.

Pencegahan kanker payudara dengan nimba didasari oleh kandungan senyawa metabolit aktif yang terdapat pada tanaman nimba. Senyawa yang berperan dalam usaha pencegahan ini adalah polisakarida GIa sebagai antikarsinogenik, epicathecin dan cathecin sebagai anti-oestrogen, serta asam galat sebagai imunomodulator. Polisakarida GIa berperan sebagai antikarsinogenik karena adanya pentosa dalam polisakarida tersebut yang strukturnya identik dengan struktur ribosa dan dapat berikatan dengan basa purin. Hal ini mengakibatkan terhambatnya DNA damage terbentuk dari sel normal menjadi sel kanker. Aktivitas antikarsinogenik daun nimba sangat efektif untuk sel kanker yang tumbuh akibat adanya senyawa dimetilbenzantrana (DMBA), dan sebagai penghambat perkembangan sel kanker pada neoplasma atau payudara. Ekstrak nimba ini dapat mengakibatkan pencegahan secara kimia pada jaringan mukosa yang melindungi dampak dari N-metil-N’-nitro-N-nitrosoguanidin (MNNG) (senyawa yang bersifat karsinogenik).

Sekresi hormon oestrogen yang berlebih juga akan memicu terbentuknya sel kanker payudara. Usaha pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan senyawa yang bersifat antioestrogen seperti tamoxifen (King, 2000). Seperti tamoxifen yang bersifat antioestrogen, pada nimba juga terdapat senyawa yang bersifat sama yaitu cathecin. Nimba dapat mencegah kanker juga disebabkan oleh adanya asam galat, cathecin dan epicathecin yang bersifat imunomodulator. Dari hasil penelitian Biswas (2002), aktivitas imunomodulator pada ekstrak daun nimba dapat meningkatkan konsentrasi IgM dan IgG serta peningkatan jumlah antibodi. Minyak nimba juga telah diketahui mempunyai aktivitas imunostimulan dengan mengaktifkan sel imun pada tubuh.

Metabolit aktif pada nimba yang berperan sebagai obat kanker adalah sodium nimbidat sebagai antiinflamasi, polisakarida GIa sebagai antikanker, epicathecin dan cathecin sebagai antiinflamasi, serta asam galat sebagai imunomodulator. Senyawa-senyawa ini berperan secara sinergis antara satu dengan lainnya. Sodium nimbidat, cathecin dan epicathecin yang berfungsi sebagai antiinflamasi akan menghambat dan menghentikan sindrom sitokin saat limfosit bereaksi untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker. Asam galat, cathecin dan epicathecin yang berfungsi sebagai imunomodulator meningkatkan konsentrasi limfosit, sehingga sel kanker difagosit oleh limfosit. Polisakarida dan azadiractin sebagai antikanker, menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Margolone dan margolonone berfungsi menghambat terjadinya invasi dan metastase.

Bagian utama dari nimba yang dapat dimanfaatkan dalam pencegahan kanker payudara adalah daun nimba. Cara yang dapat dilakukan, daun nimba digunakan secara langsung atau tidak langsung.

Secara langsung, daun nimba yang segar dan telah dibersihkan ditempelkan pada seluruh bagian payudara seperti melakukan pengompresan pada saat demam. Secara tidak langsung, 7 daun nimba yang segar ataupun yang kering diseduh dengan air  panas sebanyak 2 gelas, dan dibiarkan hingga menjadi kurang lebih 1,5 gelas. Setelah dingin, disaring. Kemudian diminum sekali dalam sehari.

Untuk pengobatan kanker payudara bagian nimba yang dimanfaatkan adalah daun dan kulit batangnya. Belum ada penelitian terkait pemanfaatan tanaman nimba dalam pengobatan kanker payudara. Namun, berdasarkan potensi yang terdapat pada tanaman nimba, formulasi ramuan anti-kanker payudara dari tanaman nimba dapat dibuat dalam bentuk simplisia maupun sirup. (soera).

Categories: articles

Pegagan (Centella asiatica) sebagai Pencegah dan Obat Alternatif Kanker Kulit

January 19, 2009 2 comments
pegagan

pegagan

Jumlah penderita kanker kulit meningkat pesat setiap tahunnya seiring dengan menipisnya lapisan ozon di bumi. Sinar UV erat hubungannya dengan lapisan ozon yang bertindak sebagai pengalang UV dari matahari ke bumi. Kalau lapisan itu bocor akibat gas chlorofluorocarbon (CFC) dan yang lainnya, UV akan langsung masuk ke Bumi. Terkait dengan kecenderungan meningkatnya penderita kanker kulit di dunia, di Indonesia kanker kulit termasuk peringkat ketiga (15%) jenis kanker terganas setelah kanker leher rahim (55%) dan kanker kulit (17%). Menurut data patologi RSUP Ciptomangunkusumo, kanker kulit termasuk dalam peringkat pertama untuk kanker pada pria dan keempat pada wanita setelah kanker leher rahim, kulit dan ovarium (Depkes, 2006).

Menurut Suriadiredja (2008), sebagian besar keganasan yang terjadi pada kulit sebagai akibat kerusakan epidermis karena pelbagai faktor penyebab yang berlangsung lama. Faktor yang paling berperan adalah pajanan (paparan) sinar ultraviolet (UV), khususnya pada orang yang banyak bekerja di bawah terik matahari macam pelaut atau petani, sering berjemur diri di pantai. Berdasarkan uraian tersebut, tentunya masyarakat Indonesia berpotensi besar menderita kanker kulit.

Beberapa upaya pencegahan kanker kulit yang umum dilakukan antara lain melalui penggunaan tabir surya, bisa berupa salep atau krim yang mengandung bahan kimia yang melindungi kulit dengan cara menyaring sinar UVA dan UVB ternyata bisa mengiritasi kulit dan pada beberapa orang bisa menyebabkan reaksi alergi sehingga masyarakat cenderung anti terhadap penggunaan tabir surya sintetis. Mengingat pentingnya tindakan preventif dan kuratif terhadap kanker kulit, maka diperlukan pengobatan alternatif dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh masyarakat. Salah satu tanaman obat yang berpotensi besar dalam pencegahan dan pengobatan kanker kulit adalah pegagan (Centella asiatica).

Penyebab utama kanker kulit yaitu karena radiasi sinar matahari dan zat karsinogenik yang menyebabkan terjadinya kerusakan DNA dan berkembang menjadi onkogen. Adanya onkogen pada sel, menyebabkan tumbuhnya sel-sel kanker kulit yang selanutnya mengalami proses inisiasi, promosi dan progresi sampai akhirnya bermetastasis ke organ lain.

Tanaman pegagan  (Centella asiatica) berpotensi sebagai pencegah dan obat alternatif kanker kulit karena adanya senyawa aktif yang berperan sebagai antiinflamasi, antikanker, antioksidan dan imunomodulator yaitu asiatikosida, asam asiatat, madekasosida,asam madiasat dan quercetin.

kanker-kulit

kinerja madecaosides

Pengolahan tanaman pegagan  secara kolektif dalam pencegahan dan pengobatan kanker kulit dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu pemanfaatan rebusan daun serta batang  secara oral  dimana dosis yang aman untuk dikonsumsi berturut-turut maksimal selama 4 minggu yaitu 30-180mg/hari/kg berat badan. Selain pemanfaatan secara oral, ekstrak segar daun pegagan juga dapat dimanfaatkan sebagai obat luar (salep atau kompres) bagi penderita kanker kulit.

Berdasarkan uraian tersebut, direkomendasikan kepada peneliti untuk melakukan penelitian mengenai pemanfaatan tanaman pegagan  sehingga menghasilkan obat yang teruji mutu, keamanan, serta khasiatnya agar bisa dikembangkan sebagai pencegah dan obat alternatif dan dimanfaatkan dalam pengobatan formal kanker kulit. Masyarakat juga disarankan untuk menggunakan tanaman pegagan  dalam upaya pencegahan dan pengobatan kanker kulit dengan metode seperti yang telah diuraikan dalam pembahasan.

Categories: articles

Manfaat Belajar Kimia Lingkungan

January 17, 2009 7 comments

Manfaat belajar kimia lingkungan dapat ditinjau dari segi pemahaman dan dari segi aplikasi. Dari segi pemahaman, belajar kimia lingkungan dapat meningkatkan melek terhadap lingkungan hidup kita, dengan seluruh gejala kimia yang terjadi baik yang terjadi secara alamiah ataupun yang disebabakan oleh aktivitas manusia. Bila ditinjau dari segi aplikasi, dengan belajar kimia lingungan  kita dapat melakukan penanggulangan terhadap pencemaran dan dapat pula mencegah terjadinya pencemaran.

asriPencegahan dan penanggulangan merupakan dua tindakan yang tidak dapat dipisah-pisahkan dalam arti biasanya kedua tindakan ini dilakukan untuk saling menunjang, apabila tindakan pencegahan sudah tidak dapat dilakukan, maka dilakukan langkah tindakan. Namun demikian pada dasarnya kita semua sependapat bahwa tindakan pencegahan lebih baik dan lebih diutamakan dilakukan sebelum pencemaran terjadi, apabila pencemaran sudah terjadi baru kita lakukan tindakan penanggulangan. Tindakan pencegahan dan tindakan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan macam bahan pencemar yang perlu ditanggulangi. Langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran antara lain dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Untuk dapat menanggulangi terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan beberapa usaha antara lain: mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tidak menghasilkan gas karbomonoksida dan diusahakan pula agar pembakaran yang terjadi berlangsung secara sempurna, selain itu pengolahan/ daur ulang atau penyaringan limbah asap industri, penghijauan untuk melangsungkan proses fotosintesis (taman bertindak sebagai paru-paru kota), dan tidak melakukan pembakaran hutan secara sembarangan, serta melakukan reboisasi/penanaman kembali pohon-pohon pengganti yang penting adalah untuk membuka lahan tidak dilakukan pembakaran hutan, melainkan dengan cara mekanik

2. Untuk mencegah agar tidak terjadi pencemaran air, dalam aktivitas kita dalam memenuhi kebutuhan hidup hendaknya tidak menambah terjadinya bahan pencemar antara lain tidak membuang sampah rumah tangga, sampah rumah sakit, sampah/limbah industri secara sembarangan, tidak membuang ke dalam air sungai, danau ataupun ke dalam selokan. Tidak menggunakan pupuk dan pestisida secara berlebihan, karena sisa pupuk dan pestisida akan mencemari air di lingkungan tanah pertanian. Tidak menggunakan deterjen fosfat,karena senyawa fosfat merupakan makanan bagi tanaman air seperti enceng gondok yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air. Pencemaran air yang telah terjadi secara alami misalnya adanya jumlah logam-logam berat yang masuk dan menumpuk dalam tubuh manusia, logam berat ini dapat meracuni organ tubuh melalui pencernaan karena tubuh memakan tumbuh-tumbuhan yang mengandung logam berat meskipun diperlukan dalam jumlah kecil. Penumpukan logam-logam berat ini terjadi dalam tumbuh-tumbuhan karena terkontaminasi oleh limbah industri. Untuk menanggulangi agar tidak terjadi penumpukan logam-logam berat, maka limbah industri hendaknya dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan.. Sampah organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme jangan dibuang ke badan air, dikubur dalam lubang tanah  kemudian kalau sudah membusuk dapat digunakan sebagai pupuk. Penggunaan pupuk, pestisida tidak digunakan secara sembarangan namun sesuai dengan aturan dan tidak sampai berlebihan.Usahakan membuang dan memakai detergen berupa senyawa organik yang dapat dimusnahkan/ diuraikan oleh mikroorganisme.

3. Untuk mencegah agar tidak terjadi pencemaran tanah pada prinsipnya sama dengan pencegahan pencemaran air. Apabila pencemaran telah terjadi, maka perlu dilakukan penanggulangan terhadap pencemaran tersebut. Tindakan penanggulangan pada prinsipnya mengurangi bahan pencemar tanah atau mengolah bahan pencemar atau mendaur ulang menjadi bahan yang bermanfaat. Langkah tindakan penanggulangan yang dapat dilakukan antara lain dengan cara, sampah-sampah organik yang tidak dapat dimusnahkan (berada dalam jumlah cukup banyak) dan mengganggu kesejahteraan hidup serta mencemari tanah, agar diolah atau dilakukan daur ulang menjadi barang-barang lain yang bermanfaat, misal dijadikan mainan anak-anak, dijadikan bahan bangunan, plastik dan serat dijadikan kesed atau kertas karton didaur ulang menjadi tissu, kaca-kaca di daur ulang menjadi vas kembang, plastik di daur ulang menjadi ember dan masih banyak lagi cara-cara pendaur ulang sampah. Bekas bahan bangunan (seperti keramik, batu-batu, pasir, kerikil, batu bata, berangkal) yang dapat menyebabkan tanah menjadi tidak/kurang subur, dikubur dalam sumur secara berlapis-lapis yang dapat berfungsi sebagai resapan dan penyaringan air, sehingga tidak menyebabkan banjir, melainkan tetap berada di tempat sekitar rumah dan tersaring. Resapan air tersebut bahkan bisa masuk ke dalam sumur dan dapat digunakan kembali sebagai air bersih. Hujan asam yang menyebabkan pH tanah menjadi tidak sesuai lagi untuk tanaman, maka tanah perlu ditambah dengan kapur agar pH asam berkurang.

Dengan melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran lingkungan hidup (pencemaran udara,pencemaran air dan pencemaran tanah) berarti kita melakukan pengawasan, pengendalian, pemulihan, pelestarian dan pengembangan terhadap pemanfaatan lingkungan udara, air dan tanah) yang telah disediakan dan diatur oleh sang pencipta, dengan demikian berarti kita mensyukuri anugerah-Nya.

Categories: articles

Ruang Lingkup Kimia Lingkungan

January 15, 2009 7 comments

air-bersihRuang lingkup kimia lingkungan mencakup seluruh gejala kimia yang terjadi di lingkungan kita, baik yang ditimbulkan oleh proses alamiah atau hasil aktivitas manusia yang berlebihan. Jadi dalam kimia lingkungan pertama-tama dipelajari bagaimana cara kerja lingkungan yang tak terkontaminasi, zat kimia apa dan berapa konsentrasi yang ada secara alami, dan apa efeknya. Tanpa hal ini, mustahil untuk mempelajari secara akurat efek manusia terhadap lingkungan dengan pelepasan zat kimia.

Secara alamiah, gejala kimia terjadi dalam setiap komponen penyusun lingkungan hidup, dimana secara garis besar komponen-komponen tersebut adalah komponen biotik dan komponen abiotik. Setiap komponen terdiri atas bahan kimia dan dalam lingkungan hidup terjadi perputaran bahan kimia tersebut. Yang termasuk komponen biotik adalah manusia, hewan, tumbuhan, bakteri dan fungi. Perputaran bahan kima dalam komponen biotik dapat dilihat dalam jaring-jaring makanan, dimana dalam sistem tersebut terdapat organisme produsen, konsumen dan pengurai yang menjalankan suatu siklus kehidupan dan kematian. Komponen yang kedua adalah komponen abiotik yang terdiri dari tiga faktor yaitu:
1. Energi Matahari, yang merupakan sumber energi utama untuk perputan bahan kima, membantu pertumbuhan/ hidupnya makhluk hidup, dan merubah cuaca. Energi matahari diperlukan tumbuhan yang berhijau daun untuk mengubah bahan kimia karbon dioksida dan air menjadi karbohidrat dan bahan kimia lain sebagai bahan makanan. Energi matahari yang mencapai lapisan terluar atmosfer hanya  merupakan sepersemilyar dari energi matahari total dan yang diterima oleh permukaan bumi hanya 69 dari sepersemilyar tersebut. Dari energi matahari yang sampai kebumi, hanya 0,02 % yang ditangkap untuk fotosintesis (http://www.sith.itb.ac.id/pdf). Hewan dan tumbuhan lain yang tergolong dalam kelompok herbivora dan omnivora memakan tumbuh-tumbuhan untuk memperoleh bahan makanan seperti karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin. Pada waktu makan terjadi proses pemecahan bahan kimia/ senyawa organik dan memperoleh energi dalam bentuk tenaga dan panas. Jadi di lingkungan hidup terjadi perputaran bahan kima dan juga terjadi pertukaran energi.

2. Faktor fisis, yang terdiri dari suhu, cahaya, hujan, angin, arus air, dan kelembaban. Factor ini terjadi karena adanya interaksi antar energi matahari dengan bahan kimia.

3. Bahan kimia, yang mencakup senyawa anorganik seperti air, oksigen, nitrogen, karbon dioksida, argon, mineral-mineral seperti kalium, natrium, kalsium, dan magnesium, serta senyawa karbon seperti karbohidrat, protein, lipida, dan vitamin.

Secara alami, alam selalu berusaha menyeimbangkan kedaan di lingkungan hidup sehingga tidak terjadi kekritisan atau kelebihan bahan kimia. Proses penyeimbangan ini terjadi melalui interaksi antara komponen biotik dan abiotik.

Hal kedua yang menjadi cakupan kimia lingkungan adalah gejala kimia di lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia yang berlebihan. Dari aktivitas yang berlebihan tersebut terjadilah pencemaran lingkungan dimana alam sudah tidak mampu lagi menyeimbangkan keadaan lingkungan hidup. Pencemaran lingkungan dapat didefinisikan sebagai perubahan lingkungan yang tidak menguntungkan, sebagian karena tindakan manusia, disebabkan perubahan pola penggunaan energi dan materi, tingkatan radiasi, bahan-bahan kimia dan fisika, dan jumlah organisme. Perbuatan ini dapat mempengaruhi langsung manusia, atau tidak langsung melalui air, hasil pertanian, peternakan, benda-benda, perilaku, dalam apresiasi, dan rekreasi di alam bebas (A. Tresna Sastrawijaya, 2000).

Pencemaran lingkungan dapat berupa pencemaran udara, tanah, dan air, yang ditandai dengan menurunnya kualitas hidup makhluk hidup. Secara alami udara bersih tersusun atas nitrogen, N2 (78 %); oksigen, O2 (21 %); karbondioksida, CO2 (0,03 %); Argon, Ar(0,94 %); helium, He (0,01 %); neon, Ne (0,01 %), kripton, Kr (0,01 %), serta uap air yang kadarnya bervariasi dari tempat-ketempat (0,01 %-4 %). Udara  di alam ini memang  tidak pernah dalam keadaan bersih, hal ini terjadi karena kegiatan alam seperti gunung berapi, pelapukan tumbuh-tumbuhan, atau letusan gunung berapi. Hal inimenyebabkan udara mengandung sejumlah kecil metaa, CH4; karbon monoksida, CO; nitrogen oksida NO; dan hidrogen sulfida, H2S. Kemudian keadaan udara diperparah dengan adanya zat pencemar yang dihasilkan dari aktivitas manusia. Bahan pencemar yang dihasilkan oleh kegiatan manusia ini konsentrasinya relatif lebih tinggi dibandingkan dengan yang sudah ada di udara atau yang terjadi secara alami, sehingga dapat mengganggu sistem kesetimbangan dinamik di udara dan dengan demikian dapat mengganggu kesejahteraan manusia dan lingkungannya. Ada lima macam sumber bahan pencemar udara yang merupakan penyebab utama (sekitar 90%) terjadinya pencemaran udara global di seluruh dunia yaitu: gas karbon monoksida, CO; gas-gas nitrogen oksida, NOx; gas hidrokarbon, CH; gas-gas belerang oksida, SOx; dan partikulat-partikulat (butiran-butiran kecil zat padat dan tetes-tetes air). Bahan-bahan pencemar tersebut merupakan bahan-bahan yang dihasilkan dari aktivitas industri atau penggunaan bahan bakar fosil untuk transportasi.

Selain kelima kategori pencemar tersebut, juga dikenal beberapa pencemar lain seperti timbal yang dihasilkan dari pembakaran bensin, sampah, batubara atau penyemprotan pestisida. Senyawa flour yang tersebar di udara dalam bentuk gas atau padatan, bersumber dari industri yang mengerjakan aluminium, baja, dan pupuk fosfat. Kemudian yang sedang marak terjadi di Indonesia yaitu kabut asap dari pembakaran hutan, yang mana dari pembakaran hutan tersebut muncul rantai lain yaitu meningkatnya kadar CO2 yang memicu efek rumah kaca (A. Tresna Sastrawijaya, 2000).

Pencemaran air terjadi apabila dalam air terdapat berbagai macam zat atau kondisi (misal panas) yang dapat menurunkan standar kualitas air yang telah ditentukan, sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu. Suatu sumber air dikatakan tercemar tidak hanya karena tercampur dengan bahan pencemar, akan tetapi apabila air tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan tertentu. Sebagai contoh suatu sumber air yang mengandung logam berat atau mengandung bakteri penyakit masih dapat digunakan untuk kebutuhan industri atau sebagai pembangkit tenaga listrik, akan tetapi tidak dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga (keperluan air minum, memasak, mandi dan mencuci). Pada dasarnya bahan pencemar air dapat dikelompokkan menjadi:

1. Sampah yang dalam proses penguraiannya memerlukan oksigen yaitu sampah yang mengandung senyawa organik, misalnya sampah industri makanan, sampah industri gula tebu, sampah rumah tangga (sisa-sisa makanan),

2. Bahan pencemar penyebab terjadinya penyakit, yaitu bahan pencemar yang mengandung virus dan bakteri misal bakteri coli yang dapat menyebabkan penyakit saluran pencernaan (disentri, kolera, diare, types) atau penyakit kulit. Bahan pencemar ini berasal dari limbah rumah tangga, limbah rumah sakit atau dari kotoran hewan/ manusia.

3. Bahan pencemar senyawa anorganik/ mineral misalnya logam-logam berat seperti merkuri (Hg), kadmium (Cd), timbal (Pb),tembaga (Cu), dan garam-garam anorganik.

4. Bahan pencemar organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yaitu senyawa organik berasal dari pestisida,herbisida, polimer seperti plastik, deterjen, serat sintetis, limbah industri dan limbah minyak.

5. Bahan pencemar berupa makanan tumbuh-tumbuhan seperti senyawa nitrat, senyawa fosfat dapat menyebabkan tumbuhnya alga (ganggang) dengan pesat sehingga menutupi permukaan air

6. Bahan pencemar berupa zat radioaktif, dapat menyebabkan penyakit kanker, merusak sel dan jaringan tubuh lainnya. Bahan pencemar ini berasal dari limbah PLTN dan dari percobaan-percobaan nuklir lainnya.

7. Bahan pencemar berupa endapan/ sedimen seperti tanah dan lumpur akibat erosi pada tepi sungai atau partikulat-partikulat padat/ lahar yang disemburkan oleh gunung berapi yang meletus, menyebabkan air menjadi keruh, masuknya sinar matahari berkurang, dan air kurang mampu mengasimilasi sampah.

8. Bahan pencemar berupa kondisi (misalnya panas), berasal dari limbah pembangkit tenaga listrik atau limbah industri yang menggunakan air sebagai pendingin.

Tanah juga tidak luput dari pencemaran, pencemaran tanah mempunyai hubungan yang erat baik dengan pencemaran udara maupun dengan pencemaran air. Bahan pencemar yang terdapat di udara larut dan terbawa oleh air hujan, jatuh ke tanah sehingga menimbulkan pencemaran tanah. Demikian pula bahan pencemar dalam air permukaan tanah (air sungai, air selokan, air danau dan air payau) dapat masuk ke dalam tanah dan dapat menyebabkan pencemaran tanah. Dengan demikian maka lingkungan hidup yang paling banyak dan mudah tercemar adalah tanah. Tanah yang dimaksud adalah bagian permukaan bumi yang dihuni oleh banyak makhluk hidup terutama manusia, tumbuh-tumbuhan bermacam-macam hewan dan mikroorganisme. Karena pencemaran tanah mempunyai hubungan erat dengan pencemaran udara dan pencemaran air, makan sumber pencemar udara dan sumber pencemar air pada umumnya juga merupakan sumber pencemar tanah. Sebagai contoh gas-gas oksida karbon, oksida nitrogen, oksida belerang yang menjadi bahan pencemar udara yang larut dalam air hujan dan turun ke tanah dapat menyebabkan terjadinya hujan asam sehingga menimbulkan terjadinya pencemaran pada tanah. Air permukaan tanah yang mengandung bahan pencemar misalnya tercemari zat radioaktif, logam berat dalam limbah industri, sampah rumah tangga,limbah rumah sakit, sisa-sisa pupuk dan pestisida dari daerah pertanian, dan limbah deterjen juga merupakan sumber pencemar tanah

Memang sesungguhnya kegiatan-kegiatan tersebut menguntungkan di bidang teknologi dan termasuk dalam proses pembangunan tetapi perlu juga kita berusaha agar tidak sampai mencemari lingkungan.

Categories: articles

Peran Kimia Lingkungan

January 12, 2009 2 comments

Peran ilmu kimia sangat banyak dalam kehidupan. Marilah kita bahas beberapa peran ilmu kimia untuk kemajuan yang lebih baik. Peran ilmu kimia adalah sebagai berikut.

1. Mempelajari sifat dan fungsi bahan kimia dalam lingkungan hidup

bahan-kimiaBeberapa contoh bahan kimia, baik yang merupakan komponen yang alami lingkungan hidup dan ada pula yang merupakan hasil aktivitas manusia yang berlebihan. Setiap bahan memiliki sifat fisika dan sifat kimia serta fungsi yang berbeda-beda. Sebagai contoh oksigen yang berupa gas tak berwarna, gas ini tak beracun  dan sangat diperlukan oleh manusia, hewan, dan bakteri aerobik untuk bernafas. Bila ditinjau secara kimia dari segi molekulnya, oksigen memiliki ikatan rangkap dua dengan bentuk molekul planar,dan  dapat mengoksidasi besi (terjadinya perkaratan).

2.Mempelajari dan menelaah pengaruh bahan kimia terhadap suatu komponen lain dan terhadap lingkungan hidup secara keseluruhan, terutama jika bahan kimia itu tersebar dan berkontaminasi dengan lingkungan sehingga keseimbangan terganggu.

Dengan mempelajari dan menelaah kita akan mengetahui bahwa bahan kimia yang tidak beracun dan sangat amanpun dapat menimbulkan masalah lingkungan apabila bahan tersebut tersebar. Sebagai contoh, karbohidrat apabila tersebar dari limbah restoran atu rumah tangga dapat menimbulkan polusi udara (bau  busuk). Karbon dioksida yang tidak beracun, akan dapat memicu efek rumah kaca (pemanasan global).

Selain itu dengan mempelajari dan menelaah kita akan dapat mengetahui bagaimana kondisi lingkungan kita dengan adanya kontak dengan bahan kimia terutama bahan kimia pencemar.

3. Menentukan jumlah batas penyebaran bahan kimia dalam lingkungan agar tidak memberikan gangguan terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan manusia.

Selama ini digunakan nilai ambang batas  (NAB) atau nilai toleransi lingkungan dan manusia terhadap bahan kimia, dimana yang menjadi ukuran adalah status kesehatan  masyarakat usia produktif dan daya lenting lingkungan. Dalam NAB tersebut terdapat jumlah maksimal bahan kimia dalam lingkungan, dimana pada jumlah tersebut bahan kimia yang dimaksud tidak akan berdampak negatif terhadap lingkungan. Selain itu juga sering dilakukan pertemuan secara internasional mengenai nilai standar bahan kimia di lingkungan , sebagai contoh Euro-2 yang menentukan standat emisi kendaran.

4. Merekomendasikan hasil penelitian dan percobaan kepada pengelola lingkungan hidup atau  kepada  masyarakat pada umumnya.

Dari hasil penelitian akan diperoleh data mengenai keadaan lingkungan saat ini. Sebagai contoh penelitian yang dilakukan Japan Automobile Research Institute (JARI   yang menunjukkan pencemaran oleh timbal paling berat terjadi di Jakarta ketimbang Tokyo, Beijing, Seoul, Taipei, Bangkok, Kuala Lumpur, dan Manila. Dampak yang diakibatkan pencemaran timbal bisa menyebabkan kematian, kemandulan, dan keterbelakangan mental pada anak- anak. Pencemaran udara di Jakarta 80 persen berasal dari sektor transportasi, sisanya pencemaran dari sektor industri dan lain- lain. Dan hal tersebut sudah disamapaikan di dalam sebuah diskusipada awal Agustus 2006 yang diselenggarakan Mitra Emisi Bersih (MEB) di Jakarta,sehingga sudah saatnya Jakarta menerapkan standar emisi berdasarkan standar  Euro-2. (soera)

Categories: articles
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.