Seberapa Amankah Tabung Nano?

13 12 2009

Tabung-nano karbon semakin banyak digunakan dalam produk-produk kebutuhan sehari-hari seperti perelengkapan olahraga, peranti biomedik dan pesawat terbang. Tetapi sampai sekarang masih ada pertanyaan yang belum terjawab dengan jelas yakni seberapa amankah sebetulnya tabung-nano ini.

Selengkapnya download disini.





Enzim

6 12 2009

Enzim merupakan unit fungsional dari metabolisme sel. Enzim bekerja dengan urutan-urutan yang teratur dan mengatalisis ratusan reaksi dari reaksi yang sangat sederhana seperti replikasi kromosom sampai ke reaksi yang sangat rumit, misalnya reaksi yang menguraikan molekul nutrient; menyimpan; dan mengubah energi kimiawi. Masing-masing reaksi dikatalisis oleh sejenis enzim tertentu.

Enzim mengatur kecepatan dan kekhususan ribuan reaksi kimia yang berlangsung di dalam sel. Walaupun enzim dibuat di dalam sel, tetapi untuk bertindak sebagai katalis tidak harus berada di dalam sel. Reaksi yang dikendalikan oleh enzim antara lain ialah respirasi, pertumbuhan dan perkembangan, kontraksi otot, fotosintesis, fiksasi, nitrogen, dan pencernaan.

Selengkapnya silahkan download di sini.





Trigliserida

30 11 2009

Trigliserida adalah senyawa tak larut dalam air yang terdapat di alam. Trigliserida cenderung larut dalam pelarut organik seperti eter dan kloroform. Sifat inilah yang membedakannya dari karbohidrat, protein, asam nukleat dan kebanyakan molekul hayati lainnya. Trigliserida alami adalah triester dari asam lemak berantai panjang dan gliserol. Berikut adalah persamaan umum pembentukan trigliserida.

Selengkapnya, silahkan download di sini.





Inovasi Biosensor Trigliserida dengan Enzim Lipase Termostabil

24 11 2009

Penentuan trigliserida dalam darah secara cepat dan murah, terus diupayakan. Hal ini disebabkan meningkatnya trigliserida dalam darah dapat menyebabkan resiko arterikoroniari (CAD, Coronary artery diseaseis) meningkat. Trigliserida total dalam serum darah sebagai indicator ketidaknormalan metabolisme lipid, yang menyebabkan seseorang rentan terhadap penyakit artheroclerosis dan hipertensi.

Sejumlah metode telah diterapkan untuk penentuan gliserida dalam serum darah, seperti metode enzimatis, flourometri, bioluminisense dan kromatografi. Metode-metode ini tidak populer, sebab presisinya rendah, peralatan yang digunakan  sangat mahal, membutuhkan pretreatment (perlakuan awal)  dan derivatisasi  analit yang relatif besar.

Metode kalorimetri yang menggunakan rangkaian enzim lipase, gliserol kinase, gliserol-3-fosfat oksidasi dan peroksidase merupakan metode lebih sederhana, sensitive dan spesifik. Namun apabila sampel yang digunakan banyak maka enzim yang juga dibutuhkan banyak. Kendala ini diatasi dengan menggunakan enzim yang telah co-immobilition pada electrode biosensor dengan beberapa bahan pendukung yang tidak larut (insoluble support) seperti silicon berpori yang masih mempunyai kelemahan yaitu terjadi pergeseran pH yang mengganggu sensitivitas electrode. Zeolit berpeluang sebagai bahan pendukung karena unsure penyusun dan strukturnya yang cocok untuk enzim lipase.

biosensorPerancangan biosensor yang lebih inovatif terus dijajagi. Selama ini analisis trigliserida menggunakan rangkaian co-immobilized enzim menggunakan lipase dari mikroba mesofilik yang masih memiliki kelemahan, yaitu tidak reproducible, daya variasi kurang tinggi serta waktu respon yang relative lama. Kendala ini dapat dengan menggunakan enzim lipase termostabil karena termostabilitas enzim yang bersangkutan dapat bekerja optimum pada suhu yang tinggi.

Dari berbagai variable yang berpengaruh dalam biosensor potensiometri trigliserida perlu dilakukan kajian tentang inovasi rancangan biosensor, mekanisme kerja serta kelebihan dan kekurangannya. Sehingga penulisan ini bertujuan untuk mengkaji rancangan biosensor, mekanisme kerja serta kelebihan dan kekurangnya.

Biosensor adalah suatu alat analisis yang menggunakan respon pengubah dalam bentuk signal listrik. Biosensor untuk analisis trigliserida melalui alur mekanisme reaksi enzimatis antara trigliserida dengan enzim lipase yang menghasilkan asam lemak yang dapat meningkatkan keasaman larutan. Sehingga peningkatan H+ akan menyebabkan terjadinya perbedaan tegangan listrik oleh detector potensiometri.

Lipase termostabil yang berasal dari mikroba sangat penting untuk pengembangan biosensor. Hal ini disebabkan karena termostabilitas enzim yang bersangkutan dapat bekerja optimum pada suhu tinggi. Penggunaan zeolit sebagai bahan pendukung didasari pada sifatnya yang tahan terhadap bahan kimia, harga murah, tidak beracun, afinitas dan respon yang tinggi dengan ligan kimia.

Dalam pembuatan karya tulis ini, data dikumpulkan dengan mengunakan metode telaah pustaka. Jenis data dalam penulisan ini adalah data kualitatif yaitu penjelasan yang berhubungan dengan biosensor, zeolit dan enzim lipase termostabil. Data yang diperoleh dalam karya tulis ini dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif.

Berdasarkan potensi dari enzim lipase termostabil dan zeolit Na-A, maka perlu dilakukan suatu inovasi pada rangkaian biosensor potensiometri trigliserida menggunakan bahan tersebut. Inovasi rancangan biosensor dapat dilakukan pada bagian biokatalis biosensor menggunakan enzim lipase termostabil yang diamobil dengan zeolit. Amobilisasi enzim lipase oleh zeolit dapat dilakukan dengan mencampur enzim lipase yang telah memiliki aktivitas dan kadar protein yang telah diketahui dengan zeolit yang diaktivasi. Penempelan membrane zeolit-enzim pada electrode dilakukan dengan mencampur zeolit-enzim dengan gel kemudian ditempelkan pada salah satu electrode dari voltameter.

Biosensor potensimetri trigliserida didasarkan pada kerja enzim lipase yang dapat menghidrolisis trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak. Melalui penggunaan atau pemanfaatan enzim lipase dengan metode elektrokimia dapat ditentukan kadar trigliserida dalam darah dengan lebih selektif dan sensitive. Secara potensimetri, yang dihasilkan pada reaksi enzimatis tersebut dapat dideteksi dengan pengukuran dan beda potensial pada electrode karena pengaruh perubahan konsentrasi H+ dalam larutan.

Kelebihan biosensor potensiometri trigliserida adalah mempunyai respon yang lebih cepat, presisi yang tinggi, murah dan sederhana. Sedangkan kekurangannya adalah sampel yang diperlukan banyak.

Simpulan yang didapat adalah inovasi rancangan biosensor dapat dilakukan pada biokatalis electrode biosensor dengan menempelkan enzim lipase termostabil yang telah diamobil dengan zeolit. Mekanisme kerja biosensor potensiometri trigliserida didasarkan pada reaksi enzimatis antara lipase dengan trigliserida menjadi asam-asam lemak dan gliserol yang dapat dideteksi dengan pengukuran beda potensial pada electrode karena pengaruh perubahan konsentrasi H+ dalam larutan. (soera).